Keraton Agung Sejagat Purworejo “Bukak Cabang” Di Klaten.

Headline

ZONAPUBLIK.COM- KLATEN – Raja dan Permaesuri Kerajaan Agung Sejagat yang berada di Puworejo yakni Ingkang Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja Fanni Aminandia telah resmi ditahan Polisi (14/1) lalu. Raja dan permaesuri gadungan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman 10 tahun karena diduga telah melanggar pasal 14 UU RI no 1 tahun 9146 tentang penipuan. Keduanya kini meringkuk dihotel prodeo guna mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, usai penangkapan ternyata Kerajaan Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini, sudah punya pengikut cukup banyak. Hasil pengembangan perkara Kerajaan ini telah membuka padepokan “Kantot cabangnya”  di Klaten yang berada di Desa Berajan, kecamatan Prambanan, Klaten Jawa Tengah,

Dipadepokan ini, pihak kerajaan membuka semacam kantor pemerintahan Kadipaten yang diberi nama Padepokan Awan Mukti yang berada di Sanggar Awan Mukti Milik Sudiyo warga RT14/07 Berajan. Ada sekitar 21 abdi atau senotono dalem yang diduga sebagai pengikut keraton Agung Sejagat, berpusat di dukuh Saren, Desa Brajan, Prambanan ini. Mereka dipimpin oleh seorang senopati putri bernama Wiwik Untari dan dua asistenya yakni Agung Sri dan Sudiyo. Selain dijadikan tempat untuk melakukan kegiatan ritual, tempat tersebut juga dijadikan titik kumpul saat mereka akan pergi (sowan) ke Kerajaan di Purwokerto.

Kapolres Klaten AKBP Eko Wiyono Prasetyo ketika dikonfirmasi membenarkan jika Polisi berhasil menemukan pengikut Keraton Agung Sejagat di Kabupaten Klaten.  Di tempat tersebut ada Aktifitas 21 orang yang diduga sebagai pengikut terpusat di Dukuh Saren, Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Ditempat tersebut ada semacam batu prasasti yang dikeramatkan serta beberapa atribut kerajaan yang  memiliki keterkaitan dengan semua yang ada di pusat kerajaan di Purworejo.

                                                                   Kapolres Klateen AKBP Eko Wiyono Prasetyo

Di Klaten Aktifitas para pengikut Keraton dipimpin, Wiwik Untari dan 2 orang rekannya, Agung Sri serta Sudiyo yang juga sebagai memiliki padepokan Awan Mukti. Dan guna pengusutan dan penyelidikan lebih lanjut ke tiga punggawa Keraton tersebut telah dibawa Ke Mapolsek Prambanan untuk diperiksa.

“Di Klaten memang ada pengikut Kerajaan Agung Sejagat. Untuk sementara yang terditeksi baru di kecamatan Jogonalan dan Wedi 2 orang dan 21 di desa Berajan, yang juga merupakan markas padepokan mereka. Namun dari keterangan sementara padepokan tersebut hanya untuk tempat berkumpul dan bermusyawarah”, tegas Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, para pengikut Padepokan Awan Mukti, juga mengikuti semua kegiatan yang ada di Kerajaan Agung Sejagat seperti, membayar baju seragam, beberapa iuran kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Keraton Purworejo, serta kuwajiban lainnya.

Terkait munculnya “kantor cabang” Keraton Agung Sejagat, Kapolres menghimbau dan meminta agar warga masyarakat Klaten selalu waspada dan cermat dalam menyikapi semua permasalahan serta isu yang berkembang di masyarakat. Jangan sampai mudah terprovokasi atau tertipu dengan modus penipuan seperti itu.

“Jangan mudah percaya dengan sesuatu yang tidak rasional dan sulit diterima dengan akal sehat. Seperti yang dialami oleh para pengikut Keraton Sejagat yang tergiur karena diiming- imingi pos jabatan tinggi di kerajaan serta kekayaan dan gaji yang sangat tinggi”, tegasnya.(tev)