Pembangunan Dan Penataan Lingkungan SDN Kalibaru 1 , Tidak SOP Keselamatan Kerja Ini Kata Riko Tampaty Sekjen Gemantara Raya

Headline

Zonapublik.com Proyek pembangunan Ruang kelas Baru Lanjutan Di SDN kalibaru 1 Kota Depok ini terlihat ada yang Ganjil jika dilihat dari pelaksanaan , Proyek Yang menelan anggaran dari APBD Rp 2.633.305.319,35 TA 2019 Pembangunan dan Penataan Lingkungan dengan Perusahaan PT ADHIKARYA TEKNIK PERKASA sebagai pemenang lelang Pelaksana pekerjaan dan PT SEWUN sebagai Konsultan Pengawasnya .

Terlihat ganjil dan jelas tidak SOP keselamatan kerjanya , Papar Riko Tampati Sekjen Gemantara raya saat ditemui redaksi zonapublik.com Dilokasi proyek

Riko menambahkan , “sekelas Pekerjaan Dengan nilai besar begini seharusnya Dilaksanakan oleh Pelaksana yang profesional ” saya jadi bingung dengan melihat Fakta dilapangan dan meragukan pemberkasan administrasi lainnya . Kok bisa menang lelang ya ” terang riko

“Saya inspeksi kelokasi proyek langsung bukan tanpa alasan , para org tua murid dan masyarakat sekitar yang merasa tidak nyaman dan khawatir tertimpa material proyek pembangunan itu , Masa jaring pengaman tidak ada dipasangkan , harusnya dari awal pelaksanaan jaring itu dipasang dan merupakan SOP. Keselamatan kerja. Siapa yang mau tanggung jawab jika ada siswa atau guru kena jatuhan barang2 material. Padahal pekerjaan ini sudah berlangsung 1 bulan lebih . “Papar riko

Sementara itu “Yatna mandor Pelaksanaan Proyek tersebut memberikan keterangan

“Pekerjaan sudah lebih Dari satubulan yang lalu , sementara jaring sedang dibeli Via Online , yang beli Pak Anes Pelaksana dari Pihak PT ADHIKARYA TEKNIK PERKASA. Dan saya sudah pesan dari 5 hari yang lalu paling kalau ga besok lusa datang barang nya ”

Disatu sisi pihak sekolah , guru dan staf mengaku ketakutan dan sangat khawatir sekali dan sangat tidak nyaman namun karena ketidaktahuan dan tidak mengerti guru guru hanya bisa diam dan berdoa. Seperti yang diterangkan “fachrurozi” guru di SDN kalibaru1 ini memang dari yang awal dulu juga begitu pak tidak ada pengaman bagi area lingkungan sekolah , inikan lanjutan . Nah karena kami tidak tau SOP nya gimana kami diam saja dan kami tidak tau menau pekerjaan ini.

Sama dengan guru yang enggan disebutkan namanya , mengungkapkan kekhawatirannya , ” saya kalau lewat ini rasa waswas dan takut selalu sambil berdoa bismillah hirohmanirohim , saya takut ketiban. Dan menyayangkan tau ada aktivitas dibawahnya namun tidak diberikan jaminan keselamatan bagi lingkungan , siswa dan guru guru , para orang tua muridpun sebenarnya banyak memgeluhkan hal ini .

Aktivis LSM Gemantara Raya Depok Riko Tampaty menegaskan ” pihak kami akan menindak lanjuti kasus ini ke dinas terkait dan segera mengkonfirmasi bahkan jika perlu saya melaporkan ke kejaksaan , karena Ini Hal sangat Vital . Membahayakan sebelum memakan korban sebagai sosial kontrol kami akan bertindak , tutup Riko.

Shili zp.
Redaksi