Sering Dilanda Banjir, Warga Mangun Jaya Bogor, Tuntut PT.Hafitz Ruseta Kembalikan Sungai.

Headline

ZONAPUBLIK.COM,  BOGOR– Sering mengalami banjir yang diakibatkan meluapnya anak sungai, warga Desa Mangun Jaya, Kecamatan Leuwi sadeng, Bogor Barat meminta pihak PT.Hafitz Ruseta untuk mengembalikan sungai Cilarangan yang telah mereka urug beberapa waktu lalu agar kembali seperti semula. Selain itu warga juga meminta agar pihak PT memenuhi janjinya  memperbaiki sawah petani yang rusak akibat banjir. Hala ini terungkap menyusul adanya dugaan tekanan yang dilakukan oleh oknum Bhabinkamtibnas setempat terhadap salah satu media online di Bogor saat akan melakukan konfirmasi.

Beberapa tokoh masyarakat setempat kepada wartawan menjelaskan, sejak berdiri satu tahun lalu, secara sepihak,  PT Hafitz Ruseta yang bergerak dibidang penanaman pohon kurma, menututup salah satu sungai yang ada di desa Mangun Jaya, dengan cara diurug tanah. Sungai Cilarangan selebar 6 meter dan panjang sekitar 2 kilometer diurug rata dengan tanah, yang diduga akan dijadikan lahan kurma. Pihak perusahaan hanya menyisakan satu anak sungai kecil dengan lebar sekitar 3 meter.

“Sejak saya masih kecil sungai Cilarangan yang melintas didesa kami ada. Selain lebar dan airnya jernih ikannya juga banyak. Sehingga selain dimanfaatkan warga, petani juga mengandalkan air sungai ini untuk mengoncori sawah. Namun sudah satu tahun ini sungai tersebut tinggal nama,  karena hilang diurug rata dengan tanah, oleh perusahaan tersebut”,ujar salah satu tokoh warga setempat.

Akibat pengurukan sungai, jika turun hujan, air membanjiri rumah warga dan persawahan milik petani, hal ini dikarenakan sungai yang ada saat ini tak mampu menampung debit air. Mengetahui lahan sawah dan rumahnya tergenang air,  beberapa warga dibantu pihak pemerintah desa mendatangi pihak perusahaan guna meminta pertanggung jawaban. Namun hingga saat ini tidak pernah menanggapi. “Ketika kita datangi, perusahaan berjanji akan memperbaiki lahan pertanian dan mengembalikan sungai Cilarangan seperti semula, namun kenyataanya hingga kini, semua tuntutan warga tidak ditanggapi”, ujar warga

Pembebasan lahan penduduk untuk perkebunan kurma PT.Hafitz Ruseta

Pernyataan warga dibenarkan Kepala Desa Mangun Jaya Mulyadi. Menurut Kepala Desa pihaknya tidak pernah diajak koordinasi oleh perusahaan, terkait adanya kegiatan pem bukaan lahan, apalagi yang menyangkut masalah pengurukan sungai Cilarangan. Sehingga dirinya kaget ketika pihak PT bisa menguruk sungai.

“ Saya tak habis pikir, kenapa sungai yang nota bene milik negera dan sudah ada sejak puluhan tahun, tiba tiba dengan mudahnya bisa diurug oleh perusahaan milik perseorangan tersebut. Ada apa dibalik semua ini”, ujar Kepala Desa.

Selama ini Desa Mangun Jaya tidak pernah mengalami musibah banjir. Musibah banjir baru terjadi belakangan ini setelah berdirinya PT Hafitz Ruseta desa tersebut, setahun lalu. Menurut informasi saat ini lahan warga yang berhasil mereka kuasi sekitar 27 hektar, dari rencana penguasaan lahan warga seluas 100 hektar.

Namun dengan adanya musibah banjir yang sering melanda desa Mangun Jaya akhir akhir ini, warga tampaknya tidak akan menjual lahanya kepada pihak perusahaan. Mereka tak ingin kampung halamannya yang selama ini tenang subur makmur berubah menjadi daerah yang rawan banjir dan longsor.

Sementara wartawan yang akan melakukan konfirmasi, cukup mengalamai kesulitan. Karena yang melayani wartawana bukan pihak perusahaan melainkan pihak oknum Bhabinkamtibmas. Bahkan pihak oknum Bhabinkamtibmas meminta agar wartawan menemuinya disuatu tempat. ”Kita nggak bisa konfirmasi. Karena saat mau konfirmasi malah oknum petugas yang menerima”, ujar salah satu wartawan.(tev)