DAMPAK CUACA EXTREAM MASYARAKAT PERLU PERHATIAN PEMERINTAH

Info Publik

zonapublik.com Sukabumi 15/12/2019 Musim penghujan sudah mulai semenjak beberapa minggu lalu , di beberapa wilayah Sukabumi Jawa Barat cuaca extream ini mengakibatkan kerap terjadi bencana alam dibeberapa lokasi

Tim awak media ZP menelusuri beberapa Desa di kaki gunung Salak Sukabumi yang selama ini menjadi daerah rawan bencana , ditemukan adanya Tiang milik PT.TELKOM yang hampir ambruk , serta longsoran tanah di beberapa titik dekat pemukiman warga yang bisa mengancam keselamatan ,

Tak terkecuali salah satu rumah warga di kampung Ciherang Rt , 28/08 Desa Sukakersa kecamatan Parakan Salak Kabupaten Sukabumi , kedapatan  bagian rumah hancur dan ambruk di bagian pagar akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari lalu

Didin (abah.Acil) pemilik rumah mengatakan ,”Hujan sangat deras sekali disertai angin dan petir , volume air dikolam ikan rumah sudah meluber  , ditambah aliran air dari jalan sebagian besar mengalir ke rumah saya , karena memang tidak ada sistem drainase atau kanal untuk aliran air di sepanjang jalan menuju rumahnya , Akibatnya sebagian pagar beton rumah saya ambruk , paparnya

Namun, pemilik rumah menyayangkan lambatnya respon dari pemerintah terkait kejadian ini , belum adanya sikap yang real yang dilakukan oleh pemerintah setempat , Sempat ada tinjauan dari perwakilan BNPB wilayah Sukabumi , Tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut .

H . Teten aktivis Tatar Sunda

 

Sementara itu dilokasi kami menemui H. Teten seorang aktivis dari Lembaga Tatar Sunda   , “kami sangat prihatin terkait keadaan ini , saya tidak akan mengejar bintang dilangit sementara mutiara didasar laut tak kalah indahnya ” maksudnya kami tidak akan berteriak keras keatas langit ( Pemerintah Pusat , sementara disini ada Desa ) anggaran dana desa Tahun Anggaran 2020 yang merupakan bantuan langsung dari APBN semoga dapat teraplikasikan dan tepat sasaran . salah satunya bisa membangun infrastruktur desa setempat . “masa buat bikin saluran air , drainase atau beli gorong – gorong aja anggarannya tidak memenuhi kuota. tutup H. teten .
( Erriyanto Zp Bogor Raya )