DPP MAJT: “ Bentengi Rohis dari Paham Keagamaan yang Menyimpang”

Info Publik

Semarang – Untuk pertama kalinya Perkemahan Kerohanian Islam (Kemah Rohis) SMA/SMK Se-Jawa Tengah diselenggarakan di Kota Semarang. “Kemah Rohis ini mengandung misi strategis untuk menyalurkan ide-ide moderasi Islam, menghidupkan literasi di kalangan aktivis Rohis di sekolah, serta membentengi  mereka dari paham-paham keagamaan yang menyimpang” “Akhir-akhir ini banyak sekali pemikiran-pemikiran dari trans-ideologi dan pemikiran yang dianggap menyimpang masuk ke Indonesia, mereka menyasar para aktivis Rohis, yang digarap para siswa. Maka dari itu, kegiatan Kemah Rohis ini mempunyai nilai yang sangat strategis dalam rangka untuk membentengi para aktivis rohis dari paham-paham yang salah, dan agar aktivis Rohis memahami Islam yang sebenarnya,” jelasnya

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pelaksana (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Prof. Dr. Noor Achmad, MA ketika ditemui Zonapublik.com saat Kegiatan Perkemahan Rohis SMA/SMK Se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Jawa Tengah di Conventional Hall MAJT,  Rabu (6/11). Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa karakter toleran yaitu karakter yang tidak menyalahkan, karakter yang meluruskan dan menyempurnakan, dengan semangat washatiyah, semangat moderat, semangat proporsional, tawazun, dan semangat yang tegak lurus.

“Acara ini bermula dari keperihatinan kita dari pengurus DPW AGPAII Provinsi Jawa Tengah, ada sebagian kecil anak-anak rohis disinyalir terindikasi aliran-aliran yang tidak bertanggung jawab dan semoga kegiatan ini mampu meresistensinya. Alhamdulillah kali ini dapat bekerjasama serta mendapat dukungan penuh dari DPP MAJT dan semua pihak terkait” Ujar Ketua Panitia Kemah Rohis, A. Untoro.

Acara yang berlangsung Rabu-Jumat 6-8 November 2019 selain syarat nilai juga dirasa menyenangkan bagi para peserta. Seperti yang diutarakan Tabah Setiyawan “Senang bisa bertemu dengan teman-teman Rohis dari kabupaten dan kota lain selama Kemah Rohis ini dapat banyak ilmu  juga plus bangga karena nggak semua bisa datang kesini mas, hanya pilihan. Saya berangkat dengan 13 teman lain mewakili kabupaten Wonosobo” tutup siswa kelas 11 SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo ini.

Nilai-nilai yang ditanamkan melalui beberapa pemateri adalah seputar religius, ramah, toleransi, kerjasama, disiplin, empati, peduli lingkungan serta nasionalisme. (Mamby)