SUNGAI CILAMAYA DIDUGA TERCEMAR , AKTIVIS LSM BARAK INDONESIA PURWAKARTA INVESTIGASI

Info Publik

zonapublik.com Purwakarta 10/10/19, Air Menghitam Dan Berbau begitulah keadaan kini aliran sungai CILAMAYA yg melintasi 3 kabupaten yaitu SUBANG,PURWAKARTA dan KARAWANG yang kini menjadi Bahan perbincangan Warga dan sangat membuat Panik penuh kekhawatiran , Hal ini menggoyah Hati kepedulian elemen masyarakat , Aktivis , LSM , Ormas dan Jurnalis di Kab PURWAKARTA , pasalnya aliran sungai melintasi kabupaten tersebut .

Achmad Taufik yang merupakan AKTIVIS LSM BARAK INDONESIA DPC PURWAKARTA yang Crew zonapublik.com temui dan wawancarai menyampaikan Kegeraman nya kepada wartawan terkait Tercemarnya Lingkungan Hidup , Sungai Cilamaya

Pemuda yang akrab dipanggil Kang”Topik” ini menjabarkan Ancaman Pidana Pencemaran lingkungan hidup sesuai Undang Undang No 32 Tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup dan pengelolaan Lingkungan Hidup baik itu Bagi perorangan maupun perusahaan . Menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup(“UU PPLH”) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Setiap ORANG/BADAN USAHA yang melakukan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup wajib melakukan penanggulangan pencemaran dan atau kerusakan serta melakukan pemulihan lingkungan hidup.

Dalam hal ini sungai CILAMAYA Jika benar ada terbukti sebagai pelaku , dan akibat tercemarnya tersebut mengakibatkan dampak fisikis dan menimbulkan kerugian materiil ,Prinsipnya, setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang melakukan perbuatan melanggar hukum berupa pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian pada orang lain atau lingkungan hidup wajib membayar ganti rugi dan atau melakukan tindakan tertentu.

Jikalau nantinya masyarakat ada yg dirugikan bisa mengajukan gugatan perwakilan kelompok untuk kepentingan dirinya sendiri dan/atau untuk kepentingan masyarakat apabila mengalami kerugian akibat pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup, Gugatan dapat dilakukan jika memenuhi syarat yaitu adanya terdapat kesamaan fakta atau peristiwa,

dasar hukum serta jenis tuntutan di antara wakil kelompok dan anggota kelompoknya,,Jadi warga masyarakat dapat melakukan gugatan perwakilan kelompok dengan tujuan untuk meminta ganti rugi pencemaran lingkungan.. Papar topik kepada Wartawan

Pokoknya Kami sebagai AKTIVIS LSM BARAK INDONESIA PURWAKARTA , dan komunitas Peduli Lingkungan Akan mengusut sampai tuntas dan jelas tidak sampai disini pergerakan Kami . Bahkan kami akan tembuskan ke KLHK ( kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ) jika Dinas Pemkab setempat Tidak bertindak Tegas . Tutup Achmad Taufik