MOJOAGUNG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali sejak tanggal 3 Juli kemarin berdampak pada banyak sektor di masyarakat. Apalagi dengan adanya penambahan masa PPKM sampai 2 Agustus 2021.

Kebijakan PPKM ini memang untuk menekankan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia, meski dalam penerapannya peraturan tersebut banyak sekali dampak yang dirasakan oleh masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, pihak Pondok Pesantren Segoro Agung yang beralamatkan di desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan kab. Mojokerto. Mengadakan kegiatan berbagi nasi bungkus kepada warga masyarakat yang terdampak PPKM selama 21 hari, mulai dari tanggal 16 Juli sampai 5 Agustus 2021.

WhatsApp Image 2021 07 30 at 18.48.35

Kegiatan tersebut Ponpes. Segoro Agung bekerjasama dengan TNI POLRI Pemkab. Mojokerto serta diikuti dan melibatkan banyak elemen masyarakat juga beberapa komunitas dan salah satu komunitas yang terlibat dalam kegiatan tersebut diantaranya Kabare Mojoagung SAE (KMS), Pemuda Pancasila, IKS. PI Kera Sakti Cabang Mojokerto, Puskominfo Indonesia dan PT. Mega Surya Eratama.

Setiap harinya Bapak KH. Bimo Agus Sunarno (Pendiri, Pengasuh) Pondok Pesantren Segoro Agung membagikan nasi bungkus dengan sejumlah ribuan kepada para warga masyarakat yang terdampak PPKM.

Tercatat aksi pembagian nasi bungkus tidak hanya di lokasi Kabupaten dan kota kota Mojokerto saja, melainkan juga di wilayah Kabupaten Jombang.

Menurut Saudari Anis Farida salah satu relawan dari Kabare Mojoagung SAE (KMS) yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan “Hari ini kami membagikan nasi 2.500 bungkus nasi kepada warga masyarakat yang terdampak PPKM baik di Kabupaten dan Mojokerto juga wilayah mojoagung kabupaten Jombang. Setidaknya dalam kegiatan ini, kami sedikit bisa membantu dan bermanfaat bagi para warga yang terdampak PPKM”.

ref : Nurul