Minggu, 4 April 2021
Harrys Poerwa atau yang akrab disapa Mpu Harrys adalah seorang seniman tertua asal Mojokerto. Beliau mulanya merupakan seorang pelukis poster di bioskop (1983), namun sekitar tahun 1987 beliau dituntut untuk menjadi seorang PNS. “Saya harus lompat menjadi PNS.. ya sambil melukis.. PNS di Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Namun apalah daya, PNS bukanlah kesenangan dan rasa cintanya terhadap seni tidak pernah pudar. Hingga akhirnya pada tahun 1999 Mpu Harrys memutuskan untuk mundur dari jabatannya dan baru disetujui tahun 2005.

Melepaskan label PNS bukanlah suatu hal yang mudah. Justru pasca mundur, Mpu Harrys mengalami stagnant dan dihadang dengan segala macam problematika kehidupan. Akan tetapi, sebagai seniman sejati hal itu tidak menghapuskan semangatnya untuk terus berkarya.

Ibarat kata dari masalah menjadi karya, Mpu Harrys justru terinspirasi akan kisahnya sendiri dan berhasil menciptakan sebuah lukisan dengan judul “The Desesion” (sebuah keputusan) atau dengan kata lain “Onok Dino Onok Rupo” yang sampai sekarang menjadi lukisan favoritnya.

Mpu Harrys nyatanya memiliki background pendidikan sarjana sosial politik dan hanya belajar seni secara otodidak. Tapi berkat keteguhan hati dan ketekunannya kini beliau berhasil memproduksi ribuan karya lukis sejak tahun 1999.

“Jadi pasca mundur dari PNS saya itu.. keseharian saya memasok galeri dari di Surabaya, Jakarta, maupun Makassar.. Minim katakanlah dari 3 galeri ini saja saya sudah 3 karya.. 3 karya kalau setahun saja sudah ya 300 lebih kan.. ya ribuan,” terangnya.

Galeri di Surabaya yang ajek dipasok oleh Mpu ini adalah Galeri Jasmin dan Primos, sedangkan galeri lain di kota tersebut yang tak tentu (tidak rutin) dipasok adalah Galeri Mulia Art.

Juru lukis yang lahir dan dibesarkan secara fisik maupun kultur di Mojokerto ini sebenarnya mempunyai usia yang tidak lagi muda. “Saya lahir tahun 1962.. ini kalau ngomong KTP.. ngomong non KTP sebenarnya lebih dari itu.. ya gara-gara PNS tadi.”

Di usianya sekarang Mpu Harrys sudah mencetak berbagai prestasi. Salah satunya di tahun 2012. Beliau terpilih dari 258 seniman dan diundang secara khusus oleh LEMHANNAS (Lembaga Ketahanan Nasional) untuk melukis tema perjuangan. Saat itu, beliau mengangkat tema perang puputan yang kemudian hasil lukisannya diberi judul “Semangat Rakyat Bali Menghadapi Divisi Militer Belanda Tahun 1834”

Lukisan berukuran 1,5 x 2,5 meter itu memiliki nilai yang tinggi, jika dirupiahkan bisa mencapai ratusan juta. Mpu Harrys memaparkan bahwa “pada waktu itu dinilai 250 juta.. dan bukan hanya nilainya.. tapi kebanggan saya terpilih dari sekian orang yang dianggap layak untuk mengabadikan.”

Sampai detik ini Mpu Harrys tidak pernah menyesali keputusannya untuk memilih menjadi pelukis. Beliau bahagia dengan apa yang diinginkan dan bangga dengan apa yang mampu ia hasilkan.

Iwanda