zonapublik.com Purwakarta, Jumat 20/12/19 disiplin siap siaga.

Seharusnya mobil ambulans desa siaga 24 jam, mobilnya sih siaga 24 jam tapi sayang petugas atau sopir ambulansnya tidak seirama dengan mobilnya dan tidak sigap.

Desa pamoyanan kecamatan Kabupaten Plered Purwakarta memang memiliki 2 unit mobil ambulans, tapi sayang 1 unit ambulans ruksak di bagian rem jadi tidak bisa menggunakan 1 unit lagi bagus dan sangat menguntungkan untuk digunakan.

IMG 20191220 170235

Miris saat warga membutuhkan fasilitas mobil ambulans desa pamoyanan kuncinya tidak diperlukan oleh supir ambulans tersebut.

Padahal sudah jelas peran penting petugas penyelamat ambulans harus siap sigap .

IMG 20191220 WA0060
Gugum warga Desa pamoyanan kec. Plered Purwakarta .

Gugum warga desa pamoyanan memberikan keterangan

“Saya tadinya mau pinjam mobil ambulans buat bawa ayah saya ke rumah sakit tapi kata desa harus pak rt 08, yah udah aku telpon pak rt itu ternyata dia ada di kolam apung Jatiluhur dan kuncinya terbawa olehnya, terus saya ngusulkan buat pake mobil” 1 lagi kata pihak mobil ambulans yang lagi rusak pada bagian remnya, terus pesta desa nunggu supirnya balik baru bisa pake ambulans “terang gugum.

Saya mewakili atas nama warga meminta agar Desa dan aparatur pemerintah lokal lebih memperhatikan lagi terhadap perawatan kendaraan umum yang mendukung Vital ini, Saya yakin anggarannya ada baik dari pemerintah pusat hingga dari pendapatan desa ini. Mohon simpan kuota anggaran perawatan Ambulans itu. Sesal Gugum.

WhatsApp Image 2019 12 15 at 21.26.01
H . Teten aktivis Tokoh Pemuda Lembaga Tatar Sunda Purwakarta

H.teten selaku tokoh pemuda lokal menuturkan, “mobil ambulans yang penting bagi masyarakat, jangan sampai petugasnya teledor seperti itu gimana kalo orang sakit itu kenapa begitu karena telat di bawa kerumah sakit, atau sampai karena bisa dilarikan segera kerumah sakit apa ada desa mau bertanggung jawab, tanggung jawabnya tidak bisa ditoleransi “geram H. Teten

“Saya selaku tokoh pemuda di sini akan menindak tegas ke desa yang sudah teledor” Dan menghimbau kepada aparat desa agar tidak terjadi Hal Serupa. Tegas H.Teten

(Biro ZP Purwakarta)