PUNCAK peringatan Hari Ibu ke 92 dan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP)  ke 21 Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 yang digelar di  Gedung Negara Grahadi, Jl. Gubernur Suryo, No. 07, Surabaya, Jawa Timur hari ini, Selasa (22/12/20) menjadi hari yang istimewa bagi Istri Bupati Bangkalan, Zaenab Zuraidah Latif, SE.

Pasalnya, pada kedua momentum tersebut sosok yang akrab disapa Zaezura tersebut berhasil dinobatkan sebagai “Perempuan Inisiator Pembangunan Provisi Jawa Timur Tahun 2020” oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

e1a258af e41c 423c 8804 9c2442c920b0

Dalam acara bertema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju” tersebut, Zaezura berhasil menjadi peringkat ke II, menyisihkan para kandidat lain. Sementara untuk raihan peringkat pertama berhasil diduduki Luki Tri Baskoro Wati dari Kabupaten Pacitan.

Di sela acara, Zaezura dengan mimik wajah ceria mengungkapkan rasa syukurnya atas raihan tersebut. “Moment di hari ibu ini saya mendapatkan penghargaan sebagai Perempuan Inisiator Pembangunan Provinsi Jawa Timur peringkat ke II. Terimakasih kepada Bu Gubernur, tentunya apresiasi dan penghargaan ini saya kembalikan lagi kepada para perempuan pejuang ibu sejati yang selalu berjuang tanpa menyakiti orang lain dan selalu menjadi  penebar bahagia,” kata Zaezura kepada zonapublik.com, Selasa (22/12/20).

Raihan penghargaan ini juga didedikasikan Zaezura untuk para perempuan se-Indonesia dan se-Jawa Timur, terkhusus di Pulau Madura dan terspesial untuk para perempuan hebat pejuang ibu sejati di Kabupaten Bangkalan, dimana nama Zaezura ada di dalamnya berjuang bersama warga Kabupaten Bangkalan.

Seperti diketahui, meski dirinya seorang Ketua TP PKK di Kabupaten Bangkalan, namun perjuangan Zaezura bersama warga Bangkalan selama ini tak hanya soal urusan perempuan semata. Tercatat ia konsisten turut serta dalam peningkatan perekonomian dan mengembangkan sumber daya manusia.

Selain itu juga aktif dalam perbaikan sistem yang perlu diperbaiki. Ini semua dilakukan agar semua lebih terintegritas dan sinergi dalam pergerakan pemberdayaan perempuan dan pergerakan peningkatan perekonomian, termasuk pergerakan untuk menjaga lingkungan alam di dalamnya.

“Oleh karena itu, mari bagi seluruh masyarakat dan perempuan pejuang , terkhusus untuk para ibu  dan ibu yang sejatinya berjuang untuk keluarganya, teruslah tetap semangat jangan menyerah, karena hari esok itu ada. Gunakan waktu sebaik-baiknya, karena kesempatan tidak akan pernah terulang untuk kedua kalinya. Tetap semangat, salam bahagia. Karena saya bahagia dan saya penebar bahagia,” kata Zaezura.

Lebih dari itu, Zaezura juga mengingatkan untuk menjaga hati dan diri tanpa menyakiti. “Semangat terus pejuang ibu sejati di seluruh bumi. Jangan kau nodai dengan iri dengki, lalui dengan menjaga harga diri tanpa menabur diri agar hidup kita diberkahi dan mudah untuk melalui,” pesannya.

Bagi Zaezura sendiri, pada dasarnya hari ibu adalah setiap detik, karena perjuang ibu dilakukan setiap detik. “Oleh karenanya, puncak acaranya pada hari ini kita peringati bersama, tapi perjuangan para ibu adalah selamanya, hingga nyawa di kandung badan. Selamat hari ibu bagi para pejuang ibu sejati. WAID/MCM/BN01 – Bangkalan