ZONAPUBLIK.COM BOGOR –  Dua warga desa Sukakersa, kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor Jawa Barat yang tertimbun longsor dan hanyut dalam peristiwa banjir dan longsor pada Selasa malam, saat malam tahun baru, hingga kini belum ditemukan. Petugas gabungan yang terdiri dari tim Bazarnas, BNPB, TNI/Polri serta relawan mengalami kesulitan dalam melakukan evakuasi dan pencarian korban, karena medan yang terlalu sulit,  serta kondisi tanah yang terus bergerak. Selain itu tim juga masih kesulitan melakukan evakuasi 17 KK warga kampung Bantar Hiris yang masih terisolasi, karena terjebak longsor.

Kepala Desa Suka Raksa kecamatan Cigudeg Dedi Bahtiar dalam keterangannya  menjelaskan ada 5 desa di kecamatan Cigudeg yang terdampak tanah longsor. Namun dari 5 desa tersebut kondisi paling parah terjadi di desa Suka Raksa yang terdiri dari 12 RW, 28 RT dihuni oleh 317 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebuat 300 KK berhasil dievakuasi 17 KK masih terjebak longsoran tanah.

“Tim gabungan dari Bazarnas, TNI/Polri, BNPB serta relawan hingga saat ini belum bisa melakukan evakuasi 17 KK karena longsoran tanah yang mencapai kertingggian 15 meter, sulit dilalui,  ditambah tanah disekitar lokasi yang masih terus bergerak. Sehingga tim evakuasi sulit menjangkau lokasi karena kondisinya sangat rawan,terjadi longsor susulan”, ujar Dedi Bahtiar.

gambar longsor 1
Tanah di Suka Kersa yang masih terus bergerak

Sementara untuk menyalurkan bantuan kepada 17 KK yang masih terisolasi, tim gabungan terpaksa menggunakan metode playing fok . Semua bahan makanan, air bersih serta obat obatan dikirim melalui seutas tali yang diikatkan pada kedua batang pohon. Hal itu dilakukan karena medan yang sangat sulit dan berat, tidak bisa dijangkau oleh kendaraan maupun jalan kaki atau.

Sedang 300 KK yang berhasil dievakuasi,  saat ini ditempatkan dilapangan Manglid Tanseng, yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi bencana. Pemda memasang tenda tenda darurat guna menampung pengungsi yang jumlahnya terus meningkat. Selain itu  mereka juga menggunakan kantor balai desa dan gedung sekolah untuk tinggal sementara.

Bencana banjir yang disertai tanah longsor, menimpa warga desa Sukakersa Selasa malam (1/1)  sekitar pukul 01.00 dini hari. Warga yang malam itu dalam posisi siaga banjir, tiba tiba dikejutkan dengan suara gemuruh yang berasal dari puncak gunung Pasir Muncang. Ternyata  gunung yang berada dibelakang rumah mereka longsor dan menenggelamkan sekitar 300 rumah penduduk dalam sekejap.

gamabar longsor 2
                                                Warga mengungsi dengan tenda seadanya

Dalam musibah tersebut 9 orang meninggal dunia hanyut terbawa arus sungai.  Dari 9 korban 7 jenasah berhasil ditemukan tim SAR, sementara 2 jenasah warga hingga kini masih dalam pencarian. Meluapnya air sungai Ci Durian yang tak jauh dari desa diduga kuat sebagai  penyebab longsornya gunung Pasir Muncang.

Selain tenda dan terpal, Saat ini warga membutuhkan bantuan makanan, tikar, selimut, air bersih, pakaian serta perlengkapan bayi dan obat-obatan. Bantuan yang saat ini ada dirasa masih kurang, karena jumlah pengungsi setiap hari  meningkat.

Hingga berita ini diturunkan tim Sar gabungan dan relawan terus melakukan upaya evakuasi dan pencarian koran. Namun medan yang sulit serta kondisi tanah yang terus bergerak, membuat petugas sulit melakukan evakuasi secara maksimal. (ilv)