ZONAPUBLIK.COM SUKABUMI. – Aksi kekerasan kembali dilakukan gerombolan genk motor di Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini menimpa Berlian Nata Sindu (21) warga Kampung Babakan Sirna Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Korban yang kebetulan anak komandan kompi Pemuda Pancasila (PP) kota Sukabumi ini, dibacok segerombolan geng motor saat duduk duduk ditepi jalan dekat rumahnya sekitar pukul 01.00 (6/02).Korban yang mengalami luka sekujur tubuh akibat sabetan senjata tajam langsung dilarikan kerumah sakit RSUD R Syamsudin guna mendapatkan perawatan.

Menurut korban saat ditemui dirumah sakit, saat itu dia dan beberapa temannya tengah duduk duduk diujung jalan samping warung dekat rumahnya. Sekitar jam satu dini hari, tiba-tiba muncul gerombolan geng motor yang berhenti tepat didepannya. Belum sempat bertanyaa, tiba-tiba sekitar sepuluh orang dengan berpakaian warna gelap dan memakai helm serta topi langsung menyerangnya dengan senjata tajam.

Dalam posisi kalah jumlah, dia bersama teman temanya berusaha melakukan perlawanan. Bahkan pelaku sempat kewalahan dan berusaha melarikan diri. Saat gerombolan mundur inilah dia dan teman temanya berusaha mengejar mereka, namun apes dirinya justru terjatuh, sehingga jadi bulan-bulanan kawanan geng motor. “ Saya dan teman teman tidak pernah merasa punya musuh, sehingga terkejut, ketika tiba-tiba datang gerombolan geng motor bersenjatakan pedang yang langsung menyerang dirinya”, ujar Berlin.

Akibat aksi brutal tersebut Berlin dan temanya mengalami luka bacok disekujur tubuh. Kepala bagian belakang robek karena sabetan senjata tajam, punggung, tangan, serta bagian tubuh lainnya. Bahkan menurut dokter yang merawat. Korban harus menjalani operasi, karena lukanya cukup serius. “ Korban harus menjalani operasi, karena luka yang dialami cukup serius”, ujar M.Yusuf Ginanjar Humas RSUD R. Syamsudin.

orang tua pembacokan1
AS. Nuklir orang tua korban saat melapor ke Polres Sukabumi

Sementara beberapa saksi mata kepada wartawan menjelaskan penyerangan yang dilakukan  gerombolan geng motor berlangsung cepat. Mereka datang menggunakan lebih dari 4 sepeda motor secara berboncengan, dengan menggunakan helem serta tutup wajah. Bahkan saat akan melakukan penyerangan mesin motor mereka matikan dari jauh, sehingga kedatangannya tidak diketahui.

“Dalam situasi panik dan  berlangsung sangat cepat, kami tidak sempat mencatat nomor kendaran atau mengenali wajah  mereka.  Karena mereka hampir semuanya memakai helm dan tutup wajah. Sedang motor yang diparkir agak jauh, sehingga sulit melihat nomor kendaran dan mengenali wajah apalagi jumlahnya banyak. Akhirnya kami langsung melarikan dua korban pembacokan ke rumah sakit terdekat”, ujar salah satu saksi.

AS Nuklir orang tua korban mengaku selama ini anaknya tidak pernah merasa punya musuh dan tidak pernah neko-neko. Sehingga dirinya cukup terkejut ketika mendengar kabar anaknya menjadi korban pembacokan gerombolan genk motor.

Menurut Nuklir kasus pembacokan yang menimpa anaknya telah dilaporkan ke Mapolres Sukabumi. Dirinya berharap petugas bisa segera menangkap para pelaku.”Semua sudah saya laporkan dan serahkan pada aparat penegak hukum guna pengusutan lebih lanjut”, ujarnya.

Sementara sumber di Mapolres Sukabumi membenarkan telah terjadi pembacokan yang dilakukan gerombolan genk motor pada Kamis malam. Kini petugas tengah melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku. (beb)