zonapublik.com 21/12/2019. EMOK, istilah yang sekarang seolah sudah menjadi trend di kalangan “Emak emak zaman Now”.  Emok dalam bahasa Indonesia berarti duduk dengan cara perempuan

Ditambah embel – embel depan BANK, menjadi dua kata satu makna BANK EMOK, istilah menarik yang entah dari mana dan siapa yang pertama kali mengucapkannya

Terlepas dari semua itu istilah BANK EMOK kini menjadi populer di Jawa Barat, kehadiranya nampak menjadi angin segar bagi para pecandu hutang, Walaupun dengan bunga tinggi yang entah dari mana dasar penghitungannya,

Aturan yang terkesan ngawur sistem tanggung renteng oleh nasabah, jika satu nasabah lain tidak bisa bisa membayar angsuran yang biasanya per satu minggu, atau dua minggu sekali.

MUI Kab. Sukabumi sampai sampai mengeluarkan Fatwa Melarang warganya untuk mesuk ke lingkaran Bank Emok, guna melindungi dari indikasi Riba

” Minjem ka tatangga eweuh nu mere, dulur sarua nasibna, ka bank sejen kudu aya jaminan, (pinjam ke tetangga ga ada yg ngasih, ke saudara juga nasib nya sama, kalau ke BANK yang lain harus ada Jaminan),

Geus we ka bank ieu, nu gampil ( jadi ya sudah pinjam ke BANK Emok yg mudah )
Celoteh salah seorang emak emak yang menjadi nasabah bank emok

Cukup bermodalkan KTP & duduk sambil menghapal kan peraturan dan Berjanji akan selalu taat terhadap kebijakan Bank Emok,

Sudah bukan rahasia lagi bagi masyarakat umum, bahkan hal demikian kian marak adanya di daerah daerah lain seperti di Kabupaten Bogor wiliayah Barat yang memang sudah cukup familiar dengan masyarakat

IMG 20191221 WA0123

Bak jamur dimusim hujan, nama Bank Emok pun kian hari kian bertambah saja variasi namanya, yang dikhawatirkan terkait perizinan yang belum jelas adanya,

menanggapi fenomena Bank Emok, pak Budi Prasetiyo,Tokoh masyarakat Desa Sinar Sari Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor memberikan komentarnya,

” Bahwa dengan begitu banyak nya Bank Emok yang beroperasi di wilayah Desa Kami, justru jika dikaji lebih dalam sebenar nya sangat memberat kan masyarakat,

mereka secara tidak sadar sudah masuk dalam perangkap hutang yang memang bunga nya cukup tinggi tergantung kebijakan atau peraturan masing masing Bank .

Hal ini membuat Nana Mulyana tokoh masyarakat Desa Neglasari Kecamatan Dramaga, penggiat organisasi masyarakat yang mempunyai foksi dan fungsi kontrol sosial angkat bicara

menghimbau kepada warga masyarakat di sekitarnya agar jangan mudah terpancing dengan ikut ikutan meminjam, karna itu akan menjerat anda ke Lembah Riba, Yang tentunya sangat tidak dihalalkan oleh Agama .

( Erriyanto zp bogor raya )