ZONAPUBLIK.COM, BOGOR – Anggota Babinsa Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, berhasil mengamankan 3 senjata tajam jenis clurit dari tas pelajar yang tengah mbolos sekolah. Serda Putu Suryajaya yang saat itu tengah melakukan giat wilayah binaan, langsung mengamankan sedikitnya 20 pelajar yang sedang nongkrong dikomplek kuburan Blender disaat jam sekolah, untuk dibawa ke Koramil.

Serda Putu kepada wartawan menjelaskan, saat itu sekitar pukul 14.30, dirinya melakukan kegiatan rutin sambang warga di wilayah binaan. Namun saat melintas di dekat makam Blender yang tak jauh dari pemukiman warga, dirinya memergoki sekelompok anak yang masih berseragam tengah nongkrong diluar jam sekolah.

Curiga dengan keberadaan mereka, dan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, dirinya datang menghampiri mereka dan memberi nasehat agar mereka tidak mbolos dan nongkrong ditempat umum, dengan memakai baju seragam sekolah. Karena hal tersebut akan menimbulkan kerawanan terutama terjadinya tawuran antar pelajar.

anak sekolah diplonco
  Siswa yang diamankan anggota Koramil Tanah Sareal Bogor

Usai memberi nasehat dirinya langsung menggeledah tas mereka satu persatu. Alangkah terkejutnya, ketika didalam salah satu tas mereka terdapat beberapa senjata tajam jenis clurit. Kontan semua pelajar tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Koramil Tanah Sareal.

“ Sebenarnya saya sudah curiga dengan keberadaan mereka yang tengah nongkrong dikomplek makam, karena selain sudah diluar jam sekolah, jumlah mereka cukup banyak dan masih memakai seragam sekolah masing- masing. Dan dugaan saya benar karena saat digeladah mereka membawa senjata tajam jenis clurit yang dimasukkan didalam tasnya”, ujar Putu.

Dari hasil pemeriksaan ternyata 20 siswa yang diamankan berasal dari berbagai sekolah di Bogor, diantaranya MTS Sirojulmuni, Sekolah Tridatma 1, Sekolah Algojali serta MTS Nurusidiah. Sebagai pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya, mereka diberi hukuman melakukan push up, scot jump dan memuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

Selanjutnya petugas meminta agar para orang tua mereka datang ke Koramil untuk mengambil anaknya. Sedang senjata clurit diamankan petugas untuk dimusnahkan.(ilv)