ZONAPUBLIK.COM  JAKARTA.  Badan Narkotika Nasional (BBN) Indonesia Rabu pagi (15/1) menerima kunjungan delegasi badan anti narkoba negara Cina, Kumning Municipal, Public Security Bureau (MPSB). Kunjungan dipimpin ketua delagasi MPSB Zghang Jun yang menjabat sebagai  Technical Reconnaissance Detachment.

Dalam keterangannya pada wartawan, diruang Rapat Lantai 2 Gedung A BNN, Zhang mengatakan kunjungan dilakukan karena Cina melihat Indonesia dinilai sangat berhasil dalam masalah penanggulangan narkotika. Baik yang bersifat pencegahan, pembinaan serta penangkapan. Sehingga keberhasilan dan kinerja yang baik dan profesional tersebut wajib dicontoh dan ditiru oleh negara lain, yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemberantasan narkotika.

Selain itu lanjut Zhang,salah satu tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendapatkan wawasan tentang upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh BNN. Sehingga kedepan nantinya diharapkan akan terjadi  kerja sama lintas instansi, yaitu BNN dengan Kunming MPSB dinilai sangat strategis baik dalam bentuk pelatihan ataupun sharing data intelijen, dengana segala potensi yang ada.

“ Kami dari Kunming Cina, jauh jauh datang kesini untuk belajar sekaligus melakukan tukar informasi dan pengalaman terkait masalah pemberantasan narkotika. Kami memilih Indonesia, karena melihat BNN  berhasil dalam upaya penanggulangan narkotika di Indonesia. Baik dari segi pencegahan, pembinaan, penindakan serta penangkapan. Keberhasilan inilah yang menjadi refrensi kami untuk datang dan bertukar pengalaman dan belajar bersama”, ujarnya.

poto bareng bnn
                                 Anggota BNN Inonesia saat menerima delegasi MPSB dari Tiongkok.

Sedang dihadapan pejabat BNN Zhang menegaskan urusan narkoba merupakan salah satu prioritas utama di kepolisian Kunming.  Sama dengan Indonesia menurut Zhang penanggulangan narkoba di Cina juga tidak hanya tindakan pemberantasan, melainkan juga menerapkan pola rehabilitasi bagi para pengguna narkoba.

Hal tersebut dipertegas Na Xin, anggota delegasi lain dari bagian Criminal Investigation yang mengatakan banyak  pelaku kasus criminal, yang ternyata juga para pecandu narkoba. Untuk itu program rehabilitasi menjadi sangat penting, dalam upaya ikut menurunkan angka criminal. “Sulit menurunkan angka kriminalitas tanpa dibarengi upaya rehabilitas oleh pihak Kepolisian”. Tegasnya.

Sementara Deputi Hukum dan Kerja Sama, Drs. Puji Sarwono menyampaikan apresiasinya, terhadap kedatangan MPSB dari Cina. Kedatangan tim tersebut memberi manfaat dan keuntungan kedua belah pihak karena bisa saling bertukar informasi dan berbagai pengalaman. Untuk itu dirinya berharap kerja sama dengan Tiongkok dalam hal ini Kunming, bisa lebih sinergis, utamanya dalam hal  pelatihan, dan  pertukaran  informasi intelijen.

“Tidak menutup kemungkinan juga terjadi pengendalian jaringan narkoba dari jarak jauh termasuk dari China, dan kemungkinan pelarian harta atau hasil tindak pidana narkoba, sehingga nantinya kami berharap ada kerja sama semacam Mutual Legal Assistance (MLA) yang bisa ditindak lanjuti,” tegas Puji.

Dalam kesempatan tersebut Puji Sarwonoi juga mengatakan BNN Indonesia, juga memiliki Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia bertaraf internasional.  Sehingga diharapkan dalam kerja sama nanti, pihak Kunming dapat mengirimkan tenaga ahlinya untuk melakukan presentasi dalam bidang penanggulangan narkoba.(cri/red)