ZONAPUBLIK.COM BOGOR – Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam wadah Forum Kajian Mahasiswa Bogor, Jawa Barat, Senin siang (14/1) menggelar aksi demo mereka meminta agar Pemda Bogor mengkaji ulang pemberian ijin pusat perbelanjaan Boxies Mall Tajur yang berada di jalan tajur Kota Bogor.  Selain itu pembangunan pusat perbelanjaan dilokasi tersebut melanggar Perda nomer 8 tentang rencana tata ruang wilayah kota Bogor 2011  – 2031.

Dalam aksi demo tersebut beberapa mahasiswa membawa spanduk yang isinya menolak berdirinya Boxies Mall, serta meminta Pemda mengkaji ulang pemberian ijin beroprasinya Boxies Mall di komplek tersebut.  Dalam aksi demo yang berjalan tertib tersebut akhirnya para mahasiswa membubarkan diri kembali ke kampus masing masing, setelah melakukan beberapa orasi yang meminta agar Pemda Bogor dalam hal ini Walikota Bogor segera mencabut ijin pembangunan gedung karena diduga tidak memiliki ijin AMDAL.

“Kami menolak beroprasinya Boxies Mall dikawasan ini, karena selain tidak memiliki AMDAL, keberadaannya juga menyalahi perda nomer 8  tentang rencana tata ruang wilayah Bogor. Untuk itu kami aliansi mahasiswa yang terwadahi dalam Forum Kajian Mahasiswa Bogor meminta agar Walikota segera mencabut ijin pendirian Boxies Mall secepatnya”, ujar salah satu mahasiswa peserta demo.

Hasil pantauan dilapangan terkait adanya pembangunan pusat perbelanjaan Boxies Mall dikawasan tersebut memang membuat arus lalau lintas semakin “semrawut”. Keluar masuknya mobil mobil proyek yang langsung kejalan raya membuat arus lalu lintas  di jalan Tajur semakin ruwet yang akhirnya sering membuat jalan menjadi macet. Hal ini sangat mengganggu para pengguna jalan, karena harus terlambat perjalanannya.

aksi mahasiswa bogor2
                Aksi Mahasiswa Bogor yang tergabung dalam wadah Forum Kajian Mahasiswa Bogor.

Sementara itu menanggapi adanya aksi demo mahasiswa dan timbulnya kemacetan yang sangat mengganggu arus lintas, orang nomor satu di Bogor Bima Arya langsung memerintahkan Kepala Bapeda dan Dinas Perhubungan kota Bogor turun kelapangan untuk melakukan observasi. Walikota Bogor meminta agar masalah Boxies Mall dapat diselesaikan secepatnya.

“ Kami sudah perintahkan dinas terkait untuk terjun langsung kelapangan guna melakukan kajian dan pemantauan disekitar lokasi pendirian Boxies Mall ini. Yang berkaitan dengan masalah perijinan  Amdal biar dipelajari sudah sejauh mana pihak Boxies mengajukan perijinannya. Sedang untuk masalah kemacetan, kita sudah perintahkan Dinas Perhubungan kota Bogor untuk melakukan observasi lapangan, agar dapat diketahui penyebab dan akibat terjadinya kemacetan”, ujar Bima.

Terpisah,kepala Dishub kota Bogor Eko Prabowo langsung memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pemantauan arus lalu lintas di jalan Tajur selama 24 jam nosnstop. Hal ini dilakukan guna mengetahui secara pasti pada jam -jam berapa  terjadi kemacetan dan apa faktor penyebabnya. “Kita telah menerjunkan petugas Dishub untuk melakukan pemantauan selama 24 jam dalam waktu seminggu. Dan semua hasilnya akan kita serahkan pada Walikota agar masalah ini secepatnya bisa selesai ”, ujarnya.( ilv )