zonapublik.com Serang Banten, Rabu 11-12-2019 – RTLH, rumah tidak layak huni adalah merupakan program kebijakan pemerintah daerah maupun pusat yang bertujuan untuk membantu warga masyarakat yang memiliki rumah yang sudah tidak layak menjadi tempat tinggal”.

“Kemudian untuk selanjutnya, seperti satu kutipan tentang apa yang pernah disampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, dalam acara peletakan batu pertama di Desa Sukaindah Kecamatan Baros, pada hari Kamis 8/8/2019 lalu”, bupati Kabupaten Serang Menjelaskan” bahwa dalam kesempatan tahun ini pemkab serang sudah mengalokasikan dana sebesar Rp16,4 miliar untuk 822 rumah tidak layak huni RTLH, untuk wilayah daerah kabupaten Serang Banten.

“Namun disisi lain, seperti apa yang ditemui di lapangan, dan hasil dari salah satu berita yang di langsir dari salah satu sumber medianasional.id telah menerima keterangan dari warga masyarakat kecamatan cinangka Kabupaten Serang”, yang mana dari satu keterangan yang di himpun oleh awak media ini, “Menjelaskan”,

Dari salah satu warga, sebut saja “Sarjaya Sapnahari,” warga yang tinggal di desa Kubang Baros RT 002, RW 011, Kampung Kadu Kalasi, Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang sudah berpuluh tahun menempati rumah yang tidak layak huni, yang mana seharusnya adalah masyarakat kategori warga yang perlu mendapatkan perhatian dan bantuan Pemerintah. Rabu, 11-12-2019

IMG 20191212 WA0004

“Nenek Jati, di usianya yang sudah menginjak 71 tahun Menerangkan, saat ditemui oleh medianasional.id mengatakan, bahwa nenek Jati sudah puluhan tahun tinggal dirumah yang sudah reot ini, dan sampai sekarang belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah, Dalam keterangan menjelaskan”, dan untuk menghidupi keluarga suami saya Sarjaya yang sudah berusia 81 tahun, berprofesi sebagai buruh tani yang tidak rutin pekerjaan di setiap harinya,,, “Sedangkan saya sendiri, sudah tidak bisa lagi bekerja” paling saya hanya jagain cucu saya yang masih kecil, “Tutur nenek Jati”.

”Suami saya memiliki keahlian pijat untuk penghasilan tambahan, untuk sebuah penghasilan guna mencukupi kebutuhan hidup kami” dan Itu pun tidak rutin, Imbuhnya”, Nenek Jati, Bercerita.

“Ditempat terpisah, Endi, yang merupakan salah satu dari anggota ormas Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI) wilayah Banten, juga membenarkan adanya tentang kondisi rumah keluarga Sarjaya yang sangat tidak layak huni ini, menurutnya” Endi menjelaskan, dan sudah beberapa kali terlihat rumah keluarga Saryana ini diphoto sebagai ajuan ke pemerintah, ternyata hingga kini belum juga ada perhatian apalagi satu pembuktian realisasi.

“Dalam kesempatan lalu, Plt. Kepala Desa Kubang Baros Safrudin mengatakan, rumah keluarga Sarjaya ini sudah pernah diajukan sejak tahun 2017 oleh Pemdes ke Dinas Sosial, dan ke Dinas perumahan dan permukiman Kabupaten Serang, dan sudah kami upayakan pengajuannya mudah-mudahan kedepannya dapat terealisasi”.

Mpap s