20191230 163501

zonapublik.com , Presiden Jokowi didampingi oleh menteri dengan pengendara sepeda Kota di Semarang, Jawa tengah, Senin (30/12) pagi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaktifkan Rehabilitasi Pasar Johar dan Revitalisasi Kota Lama, di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (30/12) pagi.

Tiba di Pasar Johar sekitar pukul 09.30 WIB, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi langsung meninjau los-los yang ada di pasar Johar.

Presiden juga tampak memperhatikan pilar-pilar Pasar Johar yang diatasnya dilengkapi ornamen berbentuk payung khas gaya eropa.

“Yang paling penting pedagang bisa segera masuk ke Pasar Johar karena saya tahu losnya belum cukup di sebelah selatan itu akan dikerjakan lagi oleh Kementerian PU,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan yang mencegatnya usai untuk melakukan peninjauan Revitalisasi Kota Lama, Semarang, Senin (30) / 12).

Kepala Negara berharap para pedagang terus menjaga kebersihan dan kerapian.

“Jangan becek, jangan bau, Pasar Johar ini Ikon Jawa Tengah” tuturnya. Keberadaan Presiden Jokowi mengundang antusias masyarakat saat bertemu kawasan Kota Lama, di Semarang, jateng, Senin (30/12) pagi.

IMG 20191230 WA0084

Usai Rapat Rehabilitasi Pasar Johar, Presiden Jokowi dan rombongan menuju Alun-Alun Kota Semarang.

Selanjutnya, dengan mengendarai sepeda, Presiden Jokowi didampingi Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menlu Retno Marsudi, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuju kawasan Kota Lama, yang sudah 2 tahun melakukan revitalisasi.

“Sekarang barangnya sudah jadi, paling penting ada aktivitas.

Ada isian yang bagus tentang ekonomi, industri kreatif yang ada di kota Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya, ”kata Presiden Jokowi kepada wartawan yang sudah menunggunya di Kota Lama.

Presiden berharap ke depan Kota Lama akan menjadi pusat kreatif bagi warga Jawa Tengah, karena lebih dari 20 hektar luasnya.

“Ini sudah direstorasi dengan baik, saya rasa bisa menjadi ikon Semarang, ikon Jawa Tengah yang baru, dan bisa menarik wisatawan,” ucap Presiden.

Kepala Negara Mengingatkan, bahwa Kota Lama Semarang telah ditetapkan menjadi warisan budaya oleh UNESCO. Karena itu, harus terus dijaga.

“Tinggal isian harian harus diisi dengan kegiatan-kegiatan seni budaya, mungkin di sini galeri, dihidupkan kembali, sehingga juga mengangkat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang maupun Jawa Tengah,” ujar Kepala Negara. (Hsk)

Grup media Puskominfo Indonesia

Foto : Mamby Ka. Perwakilan Jateng