Bupati KBB dan warga tuntut KCIC bereskan masalah banjir.

ZONAPUBLIK.COM – BANDUNG – Kado istimewa diterima warga desa Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, diakhir tahun 2019, yakni banjir yang menggenangi perumahan mereka. Akibat adanya pembangunan aksess jalan kereta cepat Indonesia Cina (KCIC), justru berdampak menculnya banjir diwilayah mereka. Ratusan rumah penduduk yang terletak tepat di sebelah bawah di bawah lokasi pembangunan KCIC tergenang air hingga setingi 1 meter.

Akibat kondisi ini hampir semua aktivitas warga terganggu. air yang masuk kerumah penduduk juga mengakibatkan warga sulit untuk mendapatkan air bersih dan melakukan kegiatan sehari-hari.Dikawatirkan jika hal ini tidak segera ditangai akan berdampak pada ,munculnya wabah penyakit khususnya Ispa dan gatal-gatal. Untuk itu warga meminta agar pemda atau pihak KCIC segera turun kebawah guna menyelesaikan masalah tersebut.

Banjir kali ini (31/12), adalah kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Hal ini diakibatkan, kurang matangnya perencanaan pembangunan proyek KCIC, terutama di sekitar wilayah tersebut. Proyek yang diduga digarap tanpa perencanaan matang ini anggap masyarakat sebagai penyebab terjadinya tragedi banjir tersebut.

Sementara Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dengan tegas mengatakan banjir kali ini yanga terjadi di wilayah Ngamprah lebih diakibatkan oleh dampak dari pembangunan proyek KCIC. Menurutnya genangan air memang kerap terjadi di jalan under pass karena alirana air tidak lancar, sehingga air yang meluap menggenangi rumah penduduk.

“Baru kali ini rumah penduduk di daerah Ngamprah tergenang air. Dan ini terjadi karena luapan air yang besar  karena dampak pembangunan proyek kereta api. Untuk itu saya meminta agar pihak KCIC turun langsung kelapangan dan mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan agar tidak terjadi kondisi yang lebih parah lagi”, tegas Bupati

Sementara warga mengancam akan menutup proyek KCIC, jika pihaknya tidak segera menyelesaikan masalah yang menimpa warga. Warga yakin terjadinya banjir karena proyek pembangunan KCIK yang tidak memperhatikan AMDAL dan kajian yang matang. “Jika pihak KCIC tidak segera menyelesaikan masalah ini, maka jangan salahkan jika warga menutup proyek ini”, tegas warga.

Sementara warga yang berusaha menemui pihak KCIK tidak berhasil. Namun menurut salah satu petugas jaga, semua karyawan dan pimpinan KCIK tidak ada ditempat. “Maaf pak bapak tidak ada ditempat sedang tugas luar”, katanya. (red)