ZONAPUBLIK.COM BOGOR – Walikota Bogor Bima Arya memimpin rapat koordinasi dengan jajaran Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim) . Rapat yang digelar di kantor Dinas Perwaskim Kota Bogor Senin (20/1) dihadiri Wakil Wali kota Bogor Dedie Rachim, Sekretaris Daerah kota Bogor Denny Mulyadi dan Sekretaris Dinas Perumkim Lorina Darmastuti.

Dalam kesempatan tersebut wali kota Bogor Arya Bima meminta pada semua dinas terkait untuk bekerja maksimal, menyerap aspirasi masyarakat dan tidak asal membangun dengan kualitas yang asal asalan. Disini Bima menyoroti masalah pembangunan jalan di wilayah Bogor agar benar benar memperhatikan kuwalitas pekerjaanya, jangan sampai mengecewakan masyarakat.

Hal ini ditekankan karena menurut Arya Bima untuk tahun 2020 nanti ada 300 paket perbaikan jalan. Baik jalan desa, jalan Kabupaten atau jalan setapak. Dirirnya tak ingin melihat atau mendapat laporan jalan yang baru saja dibangun hanya dalam hitungan hari sudah rusak karena kualitasnya jelek.

“ Saya minta pada semua dinas terkait untuk memperhatikan kualitas pekerjaan jalan. Saya tidak ingin mendapat laporan pekerjaan jalan yang asal-asalan. Koordinasi dengan kepala desa, camat jika pembangunan jalan desa yang tidak sesuai pekerjaanya”, tegas Wali Kota.

poto rakor bima arya1.untuk poto tengah.
                     Walikota Bogor Bima Arya saat pimpin rakor dengan jajaran Perwaskim Bogor.

Selain itu Arya Bima juga meminta pada Perwaskim Bogor untuk melakukan pemerataan pembangunan hingga ke pedesaan, tidak hanya tersentral pada pembangunan di wilayah perkotaan. Untuk itu dirinya meminta pada Bapeda untuk melakukan kajian terhadap rencana pembangunan, termasuk rencana pembangunan perkampungan tematik.

 

Saat ini Bogor tengah membangun kampung tematik yang ada di beberapa titik seperti di kawasan Mulyaharja, Bogor Selatan, dan Babakan Pasar, dikecamatan Bogor Tengah. Kedepan segera dibangun kampung, Sunda, Kampung Arab, dan lainnya. Untuk tempat dan lokasi, ada beberapa alternativ seperti di wilayah Katulampa atau di kawasan Pusaka Batutulis.

Disinggung terkait dengan program RTLH, Walikota Bogor menegaskan program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di Bogor terus berjalan. Bahkan untuk tahun ini anggaranya ditambah menjadi 39 milliar.. Namun untuk penerimanya justru menurun. Ini berarti ada peningkatan kualitas kesejahteraan rakyat Bogor, disatu sisi ada peningkatan standar kuwalitas lebih baik bagi calon penerimanya.” Saya minta pada semua jajaran agar program RTLH tepat sasaran dan merata hingga ke pelosok desa, tidak terfokus pada satu wilayah”, tegas Walikota.

Dalam kesempatan tersebut  Walikota Bogor menegaskan tahun ini Bogor akan membangun 2 alun alun besar diantaranya berlokasi di bekas taman Topi dan kawasan empang, yang dibiayai dana Propoinsi. Selain itu penataan kawasan hijau juga akan dilakukan di beberapa titik, seperti di taman median jalan Jagorawi, dibawah Flyover Martadinata, kawasan Yasmin dan beberapa titik lain yang merupakan jalur pintu masuk kota Bogor. Sehingga Bogor tidak hanya dikenal sebagai kota hujan, namun juga kota hijau. (ilv)