ZONA PUBLIK.COM BANTEN – Akibat issu akan terjadi gempa besar pada akhir tahun 2019, obyek wisata pantai Karang Bolong, Anyer, Carita serta pantai Batu Saung sepi pengunjung. Tidak banyak wisatawan asing atau domestik yang datang kelokasi. Kondisi ini sangat dikeluhkan para pengelola wisata pantai dan para pedagang Anyer Cinangka dan Carita.  keluhkan adanya isu bencana gempa tsunami yang akan terjadi di penghujung tahun”, yang mana adanya isu tersebut telah mengakibatkan kembali sepinya para pengunjung.

Salah satu pengelola tempat wisata pantai sangat menyayangkan munculnya berita hoak yang sempat ramai di medsos akhir akhir ini menjelang pergantian tahun baru. Karena dengan beredarnya berita tersebut membuat para pengunjung pantai di wilayah pesisir selatan pulau Jawa sepi pengunjung. Jumlah pengunjung turun dratis dibanding pada perayaan tahun baru 2019 lalu.

” Selaku pengelola bisnis, saya sangat kecewa dan menyayangkan dengan beredarnya berita akan terjadi gempa diakhir tahun 2019. Karena dengan tersebarnya berita tersebut jumlah wisatawan yang berkunjung kepantai turun dratis dibanding tahaun lalu. Mereka takut datang kepantai karena tak mau ambil resiko”, ujarnya.

“Cinangka, adalah wilayah yang memiliki beberapa lokasi pantai yang indah seperti Pantai Karang bolong, pantai Batau Saung yang selama ini selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun manca negara terutama dimusim akhir tahun. Karena selain lokasinya yang mudah dijangkau, obyek wisata ini  memiliki keindahan dengan batu karang yang menjulur tembus ke laut, serta pantai yang tenang sehingga pengunjung dapat menikmati beberapa fasilitas lain seperti  bermain perahu katir banana boat dan lainnya.

IMG 20200101 WA0033
                                                                    Objek wisata pantai Anyer,Carita Banten

Selain para pengusaha wisata pantai, sepinya pengunjung di perayaan pergantian tahun baru, juga dirasakan para pedagang yang selama ini berjualan disekitar dipantai. mereka kecewa karena kesempatan meraup rejeki di akhir tahun, seperti tahun tahun sebelumnya tidak mereka rasakan ditahun ini. Dagangan dan tempat usaha mereka sepi karena hampir tak ada wisatawan yang datang kepantai.

Abuy salah satu pedadang yang sudah puluhan tahun berjualan di pantai mengaku kecewa dengan munculnya isu gempa besar yang muncul menjelang akhir tahun ini. Menurut Abuy kondisi  wisata pantai yang sudah menggeliat dan kembali normal, tiba-tiba harus kembali terpuruk dan sepi gara gara munculnya berita gempa.” Biasanya diakhir tahun kita bisa mendapat rejeki sedikit lebih. Namun gara gara berita gempa kita hanya bisa gigit jari”, ujarnya ketus.

Hal senada disampaikan Ely salah satu karyawan salah satu restauran dan tempat hiburan di pantai Batau Saung. Menurut Ely sebelum selama ini jumlah wisatawan yang datang kepantai sangat banyak. Bahkan dihari hari biasa dan hari libur banyak homestay serta penginapan yang menolak tamu bermalam. Namun gara-gara ada berita akan terjadi gempa suasananya berbalik. Banyak wisatan domestik dan manca negara  yang membatalkan boking tempat karena tak ingin ambil resiko.(red)