zonapublik.com, Pemerintah pusat sudah mulai mengkaji wacana kebijakan karantina wilayah atau lockdown untuk menghentikan penyebaran virus covid-19. Jika kebijakan lockdown diterapkan tentu akan berdampak pada perekonomian. Karena itu, sejumlah komunitas pengemudi ojek online (ojol) menolak kebijakan itu diterapkan.

Demikian dikatakan oleh Dudy Nugraha ketua umum Jatinangor Opang Online Community (JOOC) kecamatan Jatinangor, kabupaten Sumedang yang didampingi oleh Dodix dari Tim Reaksi Cepat (TRC). Menurutnya jika Indonesia melakukan karantina wilayah atau lockdown akan memberatkan mereka sebagai pekerja harian.

“Bagi kami itu akan sangat memberatkan, terutama bagi kami sebagai pekerja harian,” ucap Dudy.

Menurutnya, jika terjadi lockdown maka praktis ojol akan kehilangan penghasilan secara signifikan, dengan kebijakan social distancing yang sekarang diterapkan oleh pemerintah pusat sekarangpun sudah sangat berdampak pada penghasilan mereka, bukan tidak mungkin kekisruhan ekonomi akan terjadi, dan dampaknya akan lebih fatal.

“Dengan diterapkannya social distancing seperti sekarangpun penghasilan kami berkurang kurang lebih 85%, bila lockdown menjadi opsi selanjutnya yang dipilih oleh pemerintah, kami yakin akan berdampak buruk bagi pendapatan kami,” jelasnya.

Lanjutnya, sampai saat ini keputusan yang diambil oleh pemerintah pusat dirasa sudah tepat dan pihaknya sangat mendukung dengan diterapkannya kebijakan social distancing, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada sesama ojek online (ojol) untuk terus menjaga kesehatan selama beraktifitas.

“Kami sangat mendukung sekali dengan kebijakan yang pemerintah ambil sekarang, kami terus melakukan sosialisasi kepada anggota untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan dalam melakukan aktifitas,” ujarnya.

Disisi lain, tidak hanya komunitas Jatinangor Opang Online Community (JOOC) saja yang menolak wacana kebijakan lockdown, akan tetapi beberapa komunitas ojek online lainnya yang berada di beberapa wilayah, seperti komunitas TURBO (roda 4) yang diketuai oleh Ridwan, komunitas Laskar Sasaji (roda 2) yang diketuai oleh Feri dan berbasis di kota Bandung, dan juga komunitas Paris Van Java (roda 2) yang diketuai oleh Ade dan berbasis di kabupaten Bandung dan Cimahi. Mereka semua sependapat apabila lockdown diterapkan maka akan berdampak pada perekonomian, terutama perekonomian rakyat kecil.

Pekerja informal yang kehilangan penghasilan karena dampak lockdown juga harus didata dan diberikan bantuan sementara hingga situasi berangsur normal. Apabila kebijakan itu diterapkan, pihaknya meminta ada opsi lain sebagai solusi, misalnya pemberian bantuan tunai.

 

Ridwan, BDG